Jumat, 01 Maret 2013

Asmaul Husnah اَسْمَاءُ الحسنى

A.    SIFAT-SIFAT ALLAH SWT DAN ASMAUL HUSNA
a.      Sifat-sifat Allah SWT
Sifat adalah sesuatu yang memberikan ciri khas pada zatnya . sifat bagi Allah adalah sesuatu yang menjadi ciri khas zat Allah SWT. Adapun sifat-sifat Allah dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :
*      Sifat Wajib, yakni sifat-sifat yang pasti dimiliki oleh Allah. Jumlah sifat wajib bagi Allah ada 13 atau 20 termasuk sifat-sifat Maha atau Paling.
*      Sifat Mustahil, yakni sifat-sifat yang tak mungkin ada atau terjadi pada Allah. Sifat mustahil merupakan kebalikan dari sifat wajib. Jumlahnya pun sama dengan jumlah sifat wajib, yaitu 13 atau 20.
*      Sifat Jaiz, yakni sifat yang mungkin bagi alllah untuk berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu sesuai dengan yang dikehendak-Nya. Dalam ilmu Tauhid sifat jaiz itu dirumuskan sebagai: Allah berbuat sesuatu atau meninggalkannya adalah mungkin bagi-Nya.
Sifat-sifat wajib dan mustahil Allah adalah sebagai berikut:
1)      Wujud
WUJUD artinya Ada. hal ini mengandung arti bahwa Allah SWT itu ada dan sifat mustahilnya ‘ADAM artinya Tidak Ada. Berkait dengan kepercayaan ada tidaknya Tuhan, maka manusia di muka bumi ini terbagi menjadi dua. Pertama, manusia yang bertuhan (theisme). Kedua, manusia yang tidak mengakui adanya Tuhan(atheis).
Kita memang tidak dapat melihat Allah SWT di dunia. Akan tetapi, dengan melihat tanda-tanda kekuasaan-Nya  seperti adanya alam semesta, manusia dengan segala perlengkapan hidupnya,maka nalar kita mustahil mengatakan bahwa Tuhan itu tidak ada. Dalam hal ini Allah SWT berfirman:
Artinya:“ Dan dialah yang menciptakan bagi kamu sekalian pendengaran, penglihatan, dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur. Dan dialah yang menciptakan serta mengembangbiakkan kamu dibumi ini dan kepada-Nya lah kamu akan dihimpunkan. Dan dialah yang akan menghidupkan dan mematikan, dan dialah yang(mengatur)  pertukaran siang dan malam. Maka apakah kamu tidak berfikir? ” (Q.S. Al Mukminun:78-80)
2)      Qidam
QIDAM artinya Dahulu. Sifat mustahilnya HUDUS artinya Baru. Allah tidak berpermulaan. Sesuatu yang berpemulaan itu baru. Yang baru berarti makhluk. Karena Allah bukan makhluk melainkan Khalik (penciptaan), Allah bersifat qidam, yakni dahulu yang tak berpemulaan. Seperti firman Allah SWT sebagai berikut: 
Artinya: Dialah yang Awal dan yang akhir yang Zhahir dan yang Bathin, dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.” (Q.S. Al-Haddid : 3)

3)      Baqa’
BAQA’ artinya Kekal. Sifat mustahilnya FANA, artinya Rusak atau Binasa. Segala sesuatu yang ada awalnya pasti aka nada akhirnya. Segala sesuatu selain Allah pasti aka nada akhirnya. Alam semesta beserta isinya aka nada akhirnya atau akan binasa pada hari kiamat nanti. Allah tetap ada, kekal selama-lamanya sekalipun semua itu sudah hancur. Sesuatu yang hancur adalah makhluk. Hanya Allah yang tetap kekal. Hal itu ditegaskan dalam firman Allah SWT :
Artinya: Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (Q.S Ar-Rahman : 26-27)

4)      Mukhalafatu Lilhawadisi
MUKHALAFATU LILHAWADISI artinya Berbeda dengan semua yang baru, yakni semua makhluk. Sifat mustahilnya MUMATSALATU LILHAWADISI artinya Serupa dengan semua hal yang baru. Allah berbeda dengan makhluknya dalam segala-galanya. Zat, sifat, perbuatan, ucapan, dan sebagainya tidak sama dengan makhluk-Nya. Kita tidak dapat membayangkan wujud Allah. Allah hidup, berkuasa, mendengar melihat, berkata-kata, dan sebagainya. Namun semua itu berbeda dari cara hidup makhluknya. Persamaannya hanya sebatas pada namanya saja dan bukan pada hakikatnya. Seperti firman Allah SWT :

Artinya: “…..tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha mendengar dan melihat.” (Q.S Asy-Syura : 11)

5)      Qiyamuhu Binafsihi
QIYAMUHU BINAFSIHI artinya Berdiri Sendiri, maksudnya Allah itu berdiri sendiri tanpa bantuan yang lain. Sifat mustahilnya QIYAMUHU BIGAIRIHI artinya Tidak Berdiri Sendiri, maksudnya Allah berdiri karena bantuan orang lain. Qiyamuhu binafsihi menunjukkan perbedaan Allah dengan makhluk. Makhluk yang ada dimuka bumi ini tidak dapat hidup sendiri-sendiri. Mereka saling membutuhkan satu dan yang lain. Allah menyuruh kita untuk beribadah atau berbuat baik yang lain karena kasih sayang Allah kepada kita. Dalam hal ini Allah SWT  berfirman :
Artinya : Allah tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.” (Q.S. Ali Imran : 2)
6)      Wahdaniyah
WAHDANIYAH artinya adalah Esa atau  Tunggal. Sifat mustahilnya TAADDUD artinya Berbilang atau Lebih Dari Satu. Keesaan Allah itu mutlak. Allah esa dalam sifat, zat, maupun perbuatan-Nya. Dalam ajaran islam meyakini keesaan Allah adalah hal prinsip, sehingga seseorang dianggap muslim atau tidak tergantung pada pengakuan tentang keesaan Allah. Ini terbukti seorang dianggap muslim setelah ia bersaksi tentang keesaan Allah, yakni membaca kalimat syahadat. Berkaitan dengan hal tersebut Allah SWT berfirman :  
Artinya : Katakanlah: Dia-lah Allah, yang Maha Esa.Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." (Q.S Al Ikhlas : 1-4)

7)      Qudrah
QUDRAH artinya Berkuasa. Sifat mustahilnya ‘AZNUN artinya Lemah. Kekuasaan Allah adalah kekuasaan yang sempurna. Ini karena kekuasaan Allah adalah kekuasaan yang tidak ada batasnya. Hal ini tentu berbeda dengan manusia yang mempunyai sifat lemah dan terbatas. Bila Allah berkehendak menghancurkan alam, maka hancurlah seketika itu juga. Kekuasaan Allah adalah kekuasaan yang mutlak dan sempurna. Berkaitan dengan hal itu Allah SWT berfirman :
Artinya: “ Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (Q. S. Al Baqarah : 20)
8)      Iradah
IRADAH artinya Berkehendak. Sifat mustahilnya adalah KAROHAH artinya Terpaksa. Dengan sifat iradah Allah berbuat apa saja sesuai kehendak-Nya, tanpa ada paksaan pihak lain. Mustahil Allah berbuat karena terpaksa. Hal ini berbeda dari makhluk-Nya yang lebih sering berbuat karena terpaksa. Apa yang dikehendaki Allah pasti terlaksana pada waktu itu juga. Tidak demikian halnya dengan manusia. Tidak sedikit manusia yang berkeinginan, tetapi keinginan itu kandas ditengah jalan. Jika manusia berkeinginan tanpa disertai dengan kehendak Allah, maka keinginan itupun tidak akan terwujud. Manusia memang hanya berusaha dan Allah-lah yang menentukan. Seperti pada firman Allah SWT berikut :

Artinya: Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" Maka terjadilah ia. “ (Q.S. Yasin : 82)
9)      Ilmu
ILMU artinya Mengetahui, memiliki pengetahuan yang sangat sempurna atau pandai. Sifat mustahilnya adalah JAHLUN artinya Bodoh. Segala yang ada di alam raya ini, yang kecil maupun besar, yang kelihatan maupun yang tersembunyi tak ada yang terlepas dari pengetahuan Allah. Perilaku manusia atau makhluk-makhluk lain yang terang maupun yang tersamar selalu diketahui oleh allah. Allah-lah yang memiliki ilmu Maha Luas. Sampai-sampai seandainya air diseluruh lautan dijadikan tinta dan pohon-pohonan dijadikan alat tulisnya tak akan mampu untuk menulis ilmu allah. Hal itu ditegaskan dalam firman Allah SWT :
Artinya:“….Katakanlah: "Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu, Padahal Allah mengetahui apa yang di langit dan apa yang di bumi dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu?".” (Q.S. Al Hujurat : 16)
10)  Hayat
HAYAT artinya Hidup. Sifat mustahilnya MAUTUN artinya Mati. Allah hidup berbeda dari hidup manusia atau makhluk-makhluk lain. Perbedaan itu, antara lain:
*      Allah hidup tanpa ada yang menghidupkan. Manusia atau makhluk lain hidup karena ada yang menghidupkan, yaitu allah.
*      Allah hidup selama-lamanya, tidak mengalami kematian. Bahkan mengantuk pun tidak. Manusia ataupun makhluk-makhluk yang lain hidup, tetapi pasti akan mengalami kematian.
Firman Allah SWT:
Artinya:“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi.” (Q.S. Al Baqarah: 255)
11)  Sama’
SAMA’ artinya Mendengar. Mustahilnya SUMMUM artinya Tuli. Allah mendengar berbeda dari manusia atau makhluk-makhluk lain mendengar. Allah mendengar dengan sempurna, tidak terbatas. Suara berbisik atau suara yang ada didalam hati pun tetap terdengar oleh allah. Hal itu tentu berbeda dengan pendengaran manusia ataupun makhluk allah lainnya. Pendengaran manusia sangat terbatas. Suara berbisik, pelan  atau suara yang jauh tidak dapat didengar dengan jelas. Pendengaran manusia juga mengalami perubahan. Semakin tua biasanya pendengaran manusia semakin berkurang. Itulah manusia. Berbeda dengan mendengarnya Allah Yang Maha Sempurna. Firman Allah menyatakan :

Artinya:“…dan Allah-lah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” (Q.S. Al Maidah: 76)
12)  Basar
BASAR artinya Melihat. Sifat mustahilnya ‘UMYUN, artinya Buta. Penglihatan allah bersifat mutlak. Artinya penglihatan allah tidak terbatas pada tempat maupun waktu. Allah melihat segala sesuatu yang besar, yang kecil, yang nyata maupun yang gaib.
Dengan memahami sifat allah ini, kita tentu akan berhati-hati. Ini karena perbuatan kita baik yang diketahui orang ataupun yang sembunyi-sembunyi akan tetap dapat dilihat oleh Allah SWT. Firman Allah SWT menegaskan hal tersebut.
Artinya: “ dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan. “ (Q.S Al Hujurat: 18)
13)  Kalam
KALAM artinya Berfirman atau Berbicara. Sifat mustahilnya BUKMUN, artinya Bisu. Sebagai bukti bahwa allah berfirman atau berbicara adalah adanya alquran atau kitab-kitab allah lain yang diturunkan kepada para rasul. Berbicaranya allah tentu berbeda dari berbicaranya manusia atau binatang. Bagaimana cara allah berbicara tentu diluar kemampuan kita untuk memikirkannya.
Allah menurunkan wahyu kepada para rasul berupa firman-Nya dimaksudkan untuk menjadi pedoman hidup para rasul dan umatnya. Karena itu, kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW juga harus mempedomani Alquran dalam hidup kita ini. Bila kita sudah mampu menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup kita pasti akan memperoleh kebahagiaan didunia dan akhirat. Salah satu dalil yang mendukung bahwa allah berfirman adalah ayat 164 Surat An Nisa:
Artinya: “ ….Allah berkata pada Musa dengan satu perkataan yang jelas.” (Q.S. An Nisa: 164)
b.      Asmaul Husna
1.      Ar Rahman الرحمن          Yang Maha Pengasih
2.      Ar Rahiim الرحيم             Yang Maha Penyayang
3.       Al Malik الملك                 Yang Maha Merajai/Memerintah
4.      Al Quddus القدوس            Yang Maha Suci
5.      As Salaam السلام                Yang Maha Memberi Kesejahteraan
6.      Al Mu`min المؤمن              Yang Maha Memberi Keamanan
7.       Al Muhaimin المهيمن         Yang Maha Pemelihara
8.       Al `Aziiz العزي                  Yang Memiliki Mutlak Kegagahan
9.      Al Jabbar الجبار                 Yang Maha Perkasa
10.  Al Mutakabbir المتكبر          Yang Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran
11.  Al Khaliq الخالق                 Yang Maha Pencipta
12.  Al Baari` البارئ                 Yang Maha Melepaskan (Membuat, Membentuk,
                                              Menyeimbangkan)
13.  Al Mushawwir المصور       Yang Maha Membentuk Rupa (makhluknya)
14.  Al Ghaffaar الغفار              Yang Maha Pengampun
15.  Al Qahhaar القهار              Yang Maha Memaksa
16.  Al Wahhaabالوهاب           Yang Maha Pemberi Karunia
17.  Ar Razzaaq الرزاق              Yang Maha Pemberi Rejeki
18.  Al Fattaah           الفتاح        Yang Maha Pembuka Rahmat
19.  Al `Aliim العليم                   Yang Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu)
20.  Al Qaabidh القابض             Yang Maha Menyempitkan (makhluknya)
21.  Al Baasith الباسط                Yang Maha Melapangkan (makhluknya)
22.  Al Khaafidh الخافض         Yang Maha Merendahkan (makhluknya)
23.  Ar Raafi` الرافع                  Yang Maha Meninggikan (makhluknya)
24.  Al Mu`izz المعز                  Yang Maha Memuliakan (makhluknya)
25.  Al Mudzil المذل                  Yang Maha Menghinakan (makhluknya)
26.  Al Samii` السميع               Yang Maha Mendengar
27.  Al Bashiir          البصير        Yang Maha Melihat
28.  Al Hakam             الحكم       Yang Maha Menetapkan
29.  Al `Adl                  العدل        Yang Maha Adil
30.  Al Lathiif           اللطيف        Yang Maha Lembut
31.  Al Khabiir           الخبير        Yang Maha Mengenal
32.  Al Haliim             الحليم        Yang Maha Penyantun
33.  Al `Azhiim العظيم               Yang Maha Agung
34.  Al Ghafuur الغفور              Yang Maha Pengampun
35.  As Syakuur       الشكور        Yang Maha Pembalas Budi (Menghargai)
36.  Al `Aliy العلى                     Yang Maha Tinggi
37.  Al Kabiir              الكبير        Yang Maha Besar
38.  Al Hafizh الحفيظ                 Yang Maha Memelihara
39.  Al Muqiit المقيت                 Yang Maha Pemberi Kecukupan
40.  Al Hasiib الحسيب               Yang Maha Membuat Perhitungan
41.  Al Jaliil الجليل                    Yang Maha Mulia
42.  Al Kariim            الكريم        Yang Maha Mulia
43.  Ar Raqiib           الرقيب        Yang Maha Mengawasi
44.  Al Mujiib          المجيب         Yang Maha Mengabulkan
45.  Al Waasi`           الواسع         Yang Maha Luas
46.  Al Hakiim           الحكيم        Yang Maha Maka Bijaksana
47.  Al Waduud         الودود        Yang Maha Mengasihi
48.  Al Majiid            المجيد         Yang Maha Mulia
49.  Al Baa`its          الباعث         Yang Maha Membangkitkan
50.  As Syahiid          الشهيد         Yang Maha Menyaksikan
51.  Al Haqq الحق                     Yang Maha Benar
52.   Al Wakiil           الوكيل        Yang Maha Memelihara
53.  Al Qawiyyu القوى               Yang Maha Kuat
54.  Al Matiinالمتين                   Yang Maha Kokoh
55.  Al Waliyy             الولى         Yang Maha Melindungi
56.  Al Hamiid          الحميد         Yang Maha Terpuji
57.  Al Muhshii    المحصى         Yang Maha Mengkalkulasi
58.  Al Mubdi`          المبدئ         Yang Maha Memulai
59.  Al Mu`iid            المعيد         Yang Maha Mengembalikan Kehidupan
60.  Al Muhyii         المحيى         Yang Maha Menghidupkan
61.  Al Mumiitu       المميت         Yang Maha Mematikan
62.  Al Hayyu             الحي          Yang Maha Hidup
63.  Al Qayyuum       القيوم         Yang Maha Mandiri
64.  Al Waajid          الواجد          Yang Maha Penemu
65.  Al Maajid          الماجد          Yang Maha Mulia
66.  Al Wahiid          الواحد          Yang Maha Tunggal
67.  Al Ahad               الاحد         Yang Maha Esa
68.  As Shamad        الصمد         Yang Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
69.  Al Qaadir           القادر          Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
70.  Al Muqtadir     المقتدر          Yang Maha Berkuasa
71.  Al Muqaddim     المقدم         Yang Maha Mendahulukan
72.  Al Mu`akkhir  المؤخر          Yang Maha Mengakhirkan
73.  Al Awwal            الأول         Yang Maha Awal
74.  Al Aakhir            الأخر       Yang Maha Akhir
75.  Az Zhaahir       الظاهر         Yang Maha Nyata
76.  Al Baathin         الباطن         Yang Maha Ghaib
77.  Al Waali             الوالي         Yang Maha Memerintah
78.  Al Muta`aalii  المتعالي          Yang Maha Tinggi
79.  Al Barri                 البر          Yang Maha Penderma
80.  At Tawwaab      التواب         Yang Maha Penerima Tobat
81.  Al Muntaqim     المنتقم         Yang Maha Pemberi Balasan
82.  Al Afuww             العفو         Yang Maha Pemaaf
83.  Ar Ra`uuf      الرؤوف          Yang Maha Pengasuh
84.  Malikul Mulk مالك الملك     Yang Maha Penguasa Kerajaan (Semesta)
85.  Dzul Jalaali Wal Ikraam :   ذوالجلال والإكرام     Yang Maha Pemilik Kebesaran dan
Kemuliaan
86.  Al Muqsith      المقسط        Yang Maha Pemberi Keadilan
87.  Al Jamii` الجامع                  Yang Maha Mengumpulkan
88.  Al Ghaniyy الغنى                Yang Maha Kaya
89.  Al Mughnii      المغنى           Yang Maha Pemberi Kekayaan
90.  Al Maani المانع                   Yang Maha Mencegah
91.  Ad Dhaar الضار                 Yang Maha Penimpa Kemudharatan
92.  An Nafii`            النافع          Yang Maha Memberi Manfaat
93.  An Nuur النور                    Yang Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)
94.  Al Haadii         الهادئ           Yang Maha Pemberi Petunjuk
95.  Al Baadii           البديع           Yang Indah Tidak Mempunyai Banding
96.  Al Baaqii           الباقي          Yang Maha Kekal
97.  Al Waarits      الوارث           Yang Maha Pewaris
98.  Ar Rasyiid       الرشيد           Yang Maha Pandai
99.  As Shabuur   الصبور           Yang Maha Sabar

B.     PENJELASAN MENGENAI ASMAUL HUSNA
Dalam agama Islam, Asmaa'ul husna adalah nama-nama Allah ta'ala yang indah dan baik. Asma berarti nama dan husna berati yang baik atau yang indah jadi Asma'ul Husna adalah nama nama milik Allah ta'ala yang baik lagi indah.
Asmaul husna secara bahasa ialah nama-nama, sebutan, gelar Allah yang baik dan agung sesuai dengan sifat-sifat-Nya. Nama-nama Allah yang agung dan mulia itu merupakan suatu kesatuan yang menyatu dalam kebesaran dan kehebatan milik Allah. Tidak ada satupun yang menyamai Allah dalam dzatNya. Dia Maha Esa. Tidak ada satupun yang menyerupaiNya, sebagaimana yang diterangkan dalam surat Al-Ikhlas.
"Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia". (QS. Al-Ikhlas : 1-4)
Para ulama menekankan bahwa Allah adalah sebuah nama kepada Dzat yang pasti ada namanya. Semua nilai kebenaran mutlak hanya ada (dan bergantung) pada-Nya. Dengan demikian, Allah Yang Memiliki Maha Tinggi. Tapi juga Allah Yang Memiliki Maha Dekat. Allah Memiliki Maha Kuasa dan juga Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sifat-sifat Allah dijelaskan dengan istilah Asmaaul Husna, yaitu nama-nama, sebutan atau gelar yang baik.
Kita bisa mengetahui dan memberikan gambaran tentang-Nya hanya melalui sifat-sifat dan nama-nama-Nya. Al-Qur’an sebagai kitab terakhir yang diturunkan Allah pada manusia juga hadits Rasulullah SAW telah menunjukkan kepada kita 99 sifat Allah.
Sifat-sifat yang kemudian kita sebut Asmaul Husna (nama-nama Allah yang paling baik) itu dirangkai oleh surat-surat dan ayat-ayat Al-Qur’an bagaikan kalung indah terdiri dari untaian mutiara yang di tengahnya ada permata agung nama Allah.
C.    TANDA PENGHAYATAN IMAN KEPADA ALLAH SWT
1.      Allah sebagai tujuan .
2.      Sangat taat kepada Allah SWT, istiqomah, berpegang teguh pada syariat Allah SWT.
3.      Mencintai mereka yang dicintai oleh Allah, (yaitu) para Rasul, para Anbiyya, para aulia, hamba-hamba Allah yang jujur, para syuhada, hamba-hamba Allah yang shaleh.
4.      Dengan sangat senang hati melakukan apa yang Allah perintahkan untuk dirinya, dan apa yang Allah larang untuk dirinya. Karena ia tahu perintah-larangan Allah untuk kemaslahatan (kebaikan) dirinya.
5.      Selalu ingat kepada Allah, selalu berdzikir kepada Allah SWT. Selama berdzikir berarti selama itu ia bersama Allah.
6.      Mengunjungi rumah Allah (Ka'bah Baitullah), Haji bagi mereka yang mampu. Umroh demi umroh, mengunjungi rumah Allah, masjid, musholla, dan shalat berjamaah.
7.       Mengunjungi nabi Muhammad SAW ke Madinah, ziarah, bershalawat kepada beliau, dan menjadikan beliau sebagai teladan dalam hidupnya. Mencintai Allah berarti mencintai nabi Allah.
8.      Kemudian sangat senang membaca kalamullah, Al Qur'anul karim.
9.      Sangat senang menyampaikan ajaran Allah, mendakwahkan ajaran Allah, pada diri sendiri, keluarga, handai taulan, kepada siapa pun.
10.  Kemudian percaya, yakin dan benar-benar beriman kepada semua janji-janji Allah. Baik Janji Allah di dunia maupun janji Allah di akhirat. Keyakinan kepada janji Allah melahirkan akhlaq yang mulia. Kemudian percaya, yakin, beriman ditolong oleh Allah.
11.  Selalu melakukan yang terbaik untuk Allah, jihad fii sabilillah. Rasulullah bersabda :
“sebaik-baik  jihad adalah jihad melawan hawa nafsu diri sendiri, baik itu hawa nafsu hati maupun emosional.”
12.  Merindukan perjumpaan dengan-Nya.
13.  Dan sangat senang menikmati ibadah, khusyuk dalam beribadah, merupakan bukti cinta kepada Allah.

D.    HIKMAH BERIMAN KEPADA ALLAH SWT
Orang – orang yang beriman kepada Allah swt dengan kesungguhan hati dengan tak ada keraguan sedikitpun dalam hatinya, maka Allah akan memberikan kemuliaan kepada mereka baik didunia maupun diakhirat. Adapun beberapa diantara kemuliaan yang allah berikan, diantaranya:
1.      Hatinya tenang, tidak goyah atau terombang ambing oleh ajakan nafsu jahat atau orang yang akan menyesatkan. Firman Allah dalam Alqur’an surat Ar ra’d ayat 28.

Artinya : “ orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”
2.      Orang yang beriman akan selalu mendapat bimbingan dari allah swt, oleh karena itu apa yang dilakukannya adalah perbuatan-perbuatan baik dan terpuji.
3.      Orang yang beriman memiliki sikap dan jiwa sosial, menyayangi anak yatim, menyantuni fakir miskin, dan menghargai sesama orang lain.
4.      Orang yang beriman akan selalu Melakukan amalan-amalan saleh, rendah hati, kasih sayang terhadap sesama manusia, bahkan terhadap semua makhluk ciptaan Tuhan, baik hewan atau tumbuh-tumbuhan.
5.      Allah akan memasukkan orang yang beriman kedalam surga sebagai rahmatnya, dana pahala atas ketaatan serta kepatuhannya selama hidup didunia. Firman Allah swt dalam surat Al Maidah ayat 9.  
Artinya: “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”


DAFTAR PUSTAKA
Al-Zandany, Abdul Majid dkk, Al-Iman. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 1994
http://ms.wikipedia.org/wiki/Sifat-sifat_Allah Sifat kesempurnaan
Saputra, Thoyib Sah, Aqidah Akhlak. PT. Karya Toha Putra , Semarang, 1997
Zuhdi, Masjfuk, Studi Islam (Akidah). Rajawali Pers , Jakarta, 1988.


Poskan Komentar

Ditulis Oleh : Jayantoni ~ JAYMIND MY DREAMS

Artikel dalam blog ini diposting oleh jayantoni. Terimakasih atas kunjungan sobat serta kesediaan Anda membaca artikel ini.Tinggalkanlah komentar baik itu kritik ataupun saran karena komentar anda sangat berarti bagi penulis demi perkembangan blog ini.

Kalkulator CINTA

Yang Mau Cek Kekuatan Cinta, Silahkan Cek Cinta Pasangan Anda Dibawah Hi..hi..!!