Wellcome to Jeymind18
Showing posts with label Al-Quran. Show all posts
Showing posts with label Al-Quran. Show all posts

Friday, 22 March 2013

Al-Quran dan Penjelasannya


1.          PENGERTIAN AL-QURAN
Menurut bahasaAl-Quran itu berarti bacaan atau yang dibaca. Al-Qur'an merupakan mashdar (kata benda) dari kata kerja Qoro’a (قرأ) yang berarti: membaca. Sebagaimana yang tercantum dalam Surah al-Qiyamah ayat 17-18:


 
إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُۥ وَقُرْءَانَهُۥ (١٧) فَإِذَا قَرَأْنَٰهُ فَٱتَّبِعْ قُرْءَانَهُۥ (١٨)

“Sesungguhnya kami yang akan mengumpulkan (di dadamu) dan membacakannya, apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaan itu.”
bÎ)
: Sesungguhnya
#sŒÎ*sù
: Maka jika/apabila
$uZøŠn=tã
: Atas kami
m»tRù&ts%
: Kami telah selesai    membacakannya
r
: Dan
ìÎ7¨?$$sù
: maka ikutilah
¼çmyè÷Hsd
: membacakannya
mtR#uäöè%
: bacaan itu
mtR#uäöè%
: Membacakannya



Adapun menurut istilah, al-Quran adalah kalam Allah Swt. yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw melalui malaikat jibril yang dihimpun dalam mushaf yang merupakan mu’jizat Nabi Muhammad saw sebagai pedoman serta petunjuk seluruh umat manusia sepanjang masa dan bagi yang membacanya merupakan perbuatan ibadah.
Dengan demikian, kalam Allah swt yang diturunkan kepada nabi-nabi selain Nabi Muhammad saw tidak dinamakan al-Quran. Seperti Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa, Injil kepada Nabi Isa atau Zabur kepada Nabi Daud. Al-Quran terdiri dari 30 juz, 114 surat, 91 turun di Mekkah dan 23 turun di Madinah dan 6236/6666 ayat.
2.        KEDUDUKAN AL-QURAN
Al-Qur’an sebagai kitab Allah SWT menempati posisi sebagai sumber pertama dan utama dari seluruh ajaran Islam, baik yang mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri, hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan sesamanya, dan hubungan manusia dengan alam.
3.          FUNGSI AL-QURAN
1.      Petunjuk bagi Manusia.
Allah swt menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk umat manusia, seperti yang dijelaskan dalam surat (Q.S AL-Baqarah 2:185 (QS AL-Baqarah 2:2) dan (Q.S AL-Fusilat 41:44)

2.      Sumber pokok ajaran islam.
Fungsi AL-Qur’an sebagai sumber ajaran islam sudah diyakini dan diakui kebenarannya oleh segenap hukum islam. Adapun ajarannya meliputi persoalan kemanusiaan secara umum seperti hukum, ibadah, ekonomi, politik, sosial, budaya, pendidikan, ilmu pengetahuan dan seni.
3.      Peringatan dan pelajaran bagi manusia.
Dalam AL-Qur’an banyak diterangkan tentang kisah para nabi dan umat terdahulu, baik umat yang taat melaksanakan perintah Allah maupun mereka yang menentang dan mengingkari ajaran-Nya. Bagi kita, umat yang akan datang kemudian tentu harus pandai mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah-kisah yang diterangkan dalam Al-Qur’an.
4.      Sebagai mukjizat Nabi Muhammad saw.
Turunnya Al-Qur’an merupakan salah satu mukjizat yang dimiliki oleh nabi Muhammad saw. Al-Qur'an adalah wahyu Allah  yang berfungsi sebagai mu'jizat bagi Rasulullah Muhammad saw sebagai pedoman hidup bagi setiap Muslim dan sebagai korektor dan penyempurna terhadap kitab-kitab Allah yang sebelumnya dan bernilai abadi.
Sebagai mu'jizat, Al-Qur'an telah menjadi salah satu sebab penting bagi masuknya orang-orang Arab di zaman Rasulullah ke dalam agama Islam, dan menjadi sebab penting pula bagi masuknya orang-orang sekarang, dan ( insya Allah) pada masa-masa yang akan datang. Ayat-ayat yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dapat meyakinkan kita bahwa Al-Qur'an adalah firman-firman Allah, tidak mungkin ciptaan manusia apalagi ciptaan Nabi Muhammad saw yang ummi.
Demikian juga ayat-ayat yang berhubungan dengan sejarah seperti tentang kekuasaan di Mesir, Negeri Saba'. Tsamud, 'Ad, Yusuf, Sulaiman, Dawud, Adam, Musa dan lain-lain dapat memberikan keyakinan kepada kita bahwa Al-Qur'an adalah wahyu Allah bukan ciptaan manusia. Ayat-ayat yang berhubungan dengan ramalan-ramalan khusus yang kemudian dibuktikan oleh sejarah seperti tentang bangsa Romawi, berpecah-belahnya Kristen dan lain-lain juga menjadi bukti lagi kepada kita bahwa Al-Qur'an adalah wahyu Allah SWT. 

Bahasa Al-qur'an adalah mu'jizat besar sepanjang masa, keindahan bahasa dan kerapihan susunan katanya tidak dapat ditemukan pada buku-buku bahasa Arab lainnya. Gaya bahasa yang luhur tapi mudah dimengerti adalah merupakan ciri dari gaya bahasa Al-Qur'an. Karena gaya bahasa yang demikian itulah ‘Umar bin Khattab masuk Islam setelah mendengar Al-Qur'an awal surat Thaha yang dibaca oleh adiknya Fathimah. Bahkan Abu Jahal musuh besar Rasulullah, sampai tidak jadi membunuh Nabi karena mendengar surat adh-Dhuha yang dibaca Nabi.

Tuesday, 12 March 2013

Pengertian Al-Quran

A.    Pengertian Al-Quran
Para ulama sepakat bahwa lafad Al-Qur’an adalah isim (kata benda) bukan fi’il (kata kerja) atau harf (huruf). Isim yang dimaksud dalam bahasa Arab sama dengan keberadaan isim-isim lain, kadang berupa isim jamid atau disebut isim musytaq.[1]
Sebagian ulama berpendapat bahwa lafal Al-Qur’an adalah isim musytaq, namun mereka masih tergolong ke dalam dua golongan.
Golongan pertama berpendapat, bahwa huruf nun adalah huruf asli sehingga dengan demikian isim tersebut isim musytaq dari materi qa-ra-na. Golongan yang berpendapat seperti itu, masih terbagi dua juga, yaitu:
Golongan pertama diwakili antara lain oleh Al-Asyari yang berpendapat bahwa lafad Al-Qur’an diambil dari kalimat “Qarana asy-syaiu bis-sya’i aidzadhammamatuh ilaih”. Ada juga yang berpendapat diambil dari kalimat “qarana baina baina al-bairani, idza jam’a bainahuma”. Dari kalimat yang terakhir muncul sebutan Qirana terhadap pengumpulan pelaksanaan ibadah haji dan umroh dengan hanya satu ihrom.
Golongan kedua diwakili antara lain oleh Al-Farra berpendapat bahwa lafal Al-Qur’an musytaq dari kata qara’un, jamak dari qarinah, karena ayat-ayat Al-Qur’an (lafalnya) banyak yang sama antara yang satu dengan yang lain.
Golongan kedua berpendapat bahwa huruf alif dalam kata Al-Qur’an adalah huruf asli. Pendapat ini juga terjadi pada dua golongan :
Golongan pertama diwakili oleh Ihyan yang berpendapat bahwa lafal Al-Qur’an adalah bentuk masdar mahmuz mengikuti wazan al-gufron dan ia merupakan musytaq dari kata qara’a yang mempunyai arti yang sama dengan tala’.
Golongan kedua diwakili antara lain Az-Zujaj yang berpendapat bahwa lafal Al-Qur’an diidentikan dengan wazan al-fu’lan yang merupakan musytaq dari kata al-qar’u yang mempunyai arti al-jam’u.[2]
Dari uraian tersebut berbagai pandangan tentang Al-Qur’an dilihat dari sudut bahasa, penulis mengambil definisi dari pendapat pertama yang mengatakan bahwa alif dalam kata Al-Qur’an adalah asli sebagaimana diwakili oleh Al-Lihyan.
Dalam pengertian Al-Qur’an, para ulama mempunyai shigoh-shigoh tertentu, ada yang panjang dan ada yang pendek. Sedangkan yang paling mendekati dan sama menurut pengertian mereka tentang Al – definisi Qur’an adalah kalam Allah yang diturunkan pada Nabi Muhammad SAW, bagi yang membacanya merupakan suatu ibadah dan mendapat pahala.[3]
Sebagian menyebutkan Al-Qur'an adalah firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat jibril yang mempunyai gelar ruhul qudus yang diturunkan secara berangsur-angsur untuk mengalahkan musuh dengan satu surah darinya yang menerangkan 'aqidah 'aqidah dan hukum hukum dan lain-lain.[4]
1.      Fungsi Al-Qur’an
Setelah Rasulullah wafat, yang tertinggal adalah Al-Qur’an yang terjaga dari penyimpangan dan pemutarbalikan fakta agar dipakai sebagai petunjuk dan pedoman dalam mengarungi dunia fana ini. Firman Allah SWT :
Katakanlah hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah (yang) diutus kepada kalian semua, bahwa Allahlah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi, tidak ada Tuhan selain Dia yang menghidupkan dan yang mematikan, maka berimanlah kalian kepada Allah dan rasulNya. Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimatNya (kitab-kitabNya) dan ikutilah Dia agar kalian mendapat petunjuk”. (QS Al-Arof : 158)[5]
Juga disebutkan FirmanyaNya :
“Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqon (Al-Qur’an) kepada hambaNya, agar menjadi peringatan kepada seluruh alam” (QS Furqon: 1)[6]
Demikianlah fungsi Al-Qur’an yang diambil dari nama-namanya yang difirmankan Allah dalam Al-Qur’an. Sedang fungsi Al-Qur’an dari pengalaman dan penghayatan terhadap isinya bergantung pada kualitas ketaqwaan invidu yang bersangkutan.[7]
2.      Pentingnya Membaca Al-Qur’an
a.       Memperoleh kesempurnaan pahala
b.      Syafa'at bagi pembaca Al Qur'an
c.       Pahala yang berlipat ganda bagi orang yang membaca Al Qur'an
d.      Mengangkat derajat di Syurga
e.       Belajar dan mengajarkan Al Qur'an adalah amalan yang terbaik
f.       Empat Keutamaan bagi kaum yang bekumpul untuk membaca Al Qur'an
g.      Membaca Al Qur'an adalah perhiasan Ahlul Iman
h.      Membaca Al Qur'an tidak sebanding dengan Harta benda dunia
i.        Keutamaan orang yang mahir membaca Al Qur'an


[1] Fahd bin Muhammad Al-Rummi, 1997,  Ulumul Qur’an, Yogyakarta: Titian Ilahi Press, hal., 38
[2] Ibid, h.,40
[3] Ibid, hal., 41
[5] Departemen Agama Respublik Indonesia, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Surabaya : Toha Putra, hal., 231
[6] Ibid, hal., 336
[7] Drs. Atang Abd. Hakim, MA., Jaih Mubarok, Metodologi Studi Islam, Bandung : PT. Remaja Rosda Karya, hal., 70
Jangan Lupa, Kasih Kasih Comment ya....

Featured post

Hak dan kewajiban suami istri menurut imam mazhab

--> Kewajiban suami atau hak istri a)       Meminpin, memelihara dan membimbing keluargaserta menjaga dan bertanggung jawab atas ...

Popular Posts